This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Tampilkan postingan dengan label HEMATOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HEMATOLOGI. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 Desember 2011
Masa Rekalsifikasi
Masa rekalsifikasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyusun fibrin dari plasma darah rendah trombosit dan tidak mengandung ion ca 2+ dengan penambahan cacl2.
Fungsi Cacl2 mengaktifkan ion ca2+ yang mengendap akibat pemusingan. Apabila pemusingan kurang dari 10 menit maka akan mempercepat masa rekalsifikasi dan hasil akan memendek
Reagen yang digunakan natrium chlorida 0,85 %
Aquadest 500 mL
Cacl2
Larutan Calsiumciumolklorida 0,025 M
A.Cara
1. Cara membuat plasma
Cara membuat plasma sama seperti pada pemeriksaan masa protombin pemusingan selama 20 menit pada 3000 rpm menyebabkan plasma hanya mengandung sedikit trombosit (plasma rendah trombosit)
2. Penetapan
a. a.Tabung tabung yang berisi larutan CaCl2. Larutan HaCl2 dan plasma pasien di inkubasi dalam 37 C supaya semua cairan mencapai suhu itu.
b. b. Keadaan serologi yang lebarnya 13mm yang juga terlebih dahulu ada dalam air 37 C itu dimasukkan 0,1 mg. Larutan NaCl dan 0,1 mL plasma . campur dan dibiarkan dalam air temperatur 37 C.
c. c. Tiuplah larutan Cacl2 kedalam campuran yang telah ada dalam tabung tadi.campuran dan pada saat bersamaan jalankan stopwatch
d. d. Biarkan tabung itu dalam air 37 C selama 90 detik, kemudian angkat tabung dari air dan periksalah terrhadap adanya bekuan.
e. e.Saat terjadinya bekuan hentikanlah stopwatch dan catatlah waktuy itu sebagai masa rekalsifikasi.
B.Pemeriksaan fibrinogen.
Cara cara pemeriksaan fibrinogen adalah :
1. a.Cara kimia / salting out
2. b.Cara titer
3. c. Cara immunologis
Penyakit penyakit dengan gangguan fibrinogen
1. 1.DIC (dissseminated Intravasculer Coagulation)
2. 2.Obstruction accident ;
-Solutio plasentae
-Retention death foetus
-Emboli cairan ammion
sumber : PUSAT PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI JAKARTA
Brahmana K. hematologi dan tata kerja laboratorium sekolah menengah analis kesehatan. medan. 1982
Chairuddin lakare, Dr .Diktat Hematologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin, Makassar 1978
Jumat, 27 Mei 2011
Menghitung Sel-sel Darah
Ketiga jenis sel darah ; leukosit. eritrosit dan trombosit dihitung jumlahnya persatuam volume darah dengan terlebih dahulu membuat pengenceran dari darah yang akan diperiksa. Cara-cara menghitung sel darah secara manual dengan memakai pipet dan kamar hitung tetap menjadi upaya penting dalam laboratorium klinik, terutama di daerah yang masih belum mempunyai sarana laboratorium yang lengkap.
1. Menghitung Leukosit
Darah diencerkan dalam pipet leukosit, kemudian dimasukkan ke dalam kamar hitung. jumlah leukosit dihitung dengan volume tertentu ; dengan mengenakan faktor konversi jumlah leukosit per ul darah dapat diperhitungkan. larutan TURK digunakan sebagai larutan pengencer, dengan komposisi : larutan gentianviolet 1% dalam air 1 ml, asam asetat glasial 1 ml, aquadest ad 100 ml. saringlah sebelum dipakai.
Cara :
Mengisi pipet Leukosit
Isaplah darah kapiler (kapiler, EDTA, atau oxalat) sampai pada garis tanda “0,5″ tepat.
Hapus kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet
Masukkan ujung pipet kedalam larutan TURK sambil mempertahankan darah tetap pada garis tan tadi. pipet dipegang dengan sudut 45 derajat dan larutan TURK dihisap perlahan-lahan sampai garis tanda “11″ tepat. Hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara.
Angkatlah pipet dari cairan; tutup ujung pipet dengan ujung jari kemudian lepaskan karet penghisap.
Kocoklah pipet tadi selama 15-30 detik. jika tidak segera akan dihitung letakkan pipet dalam posisi horizontal.
Mengisi kamar hitung
Letakkan kamar hitung yang telah benar-benar bersih dengan kaca penutup yang terpasang mendatar di atas meja.
Kocoklah pipet yang berisi tadi selama 3 menit terus menerus (jangan samapai ada cairan yang terbuang dari pipet saat mengocok)
Buang semua cairan yang ada pada batang kapiler pipet (3 – 4 tetes) dan kemudian sentuhkan ujung pipet (sudut 30 derajat) dengan menyinggung pinggir kaca penutup pada kamar hitung. Biarkan kamar hitung tersebut terisi cairan perlahan-lahan dengan gaya kapilaritasnya sendiri.
Biarkan kamar hitung yang sudah terisi tersebut selama 2-3 menit agar leukkosit-leukosit mengendap. jika tidak akan dihitung segera, simpan kamar hitung tersebut dalam cawan peti tertutup yang berisi kapas basah.
Cara menghitung sel
Pakailah lensa objektif kecil (pembesaran 10x). turunkan lensa kondensor atau kecilkan diafragma mikroskop. meja mikroskop harus datar,
Kamar hitung dengan bidang bergaris diletakkan di bawah objektif dan fokus mikroskop diarahkan pada garis-garis bagi tersebut. Dengan sendirinya leukosit-leukosit akan jelas terlihat.
Hitunglah semua leukosit yang terdapat dalam keempat “bidang besar” pada sudut-sudut “seluruh permukaan yang dibagi”.
Mulailah menghitung dari sudut kiri atas, terus ke kanan, kemudian turun ke bawah dan dari kanan ke kiri dan seterusnya. Kadang ada sel yang menyinggung garis suatu bidang, sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah kiri atau garis atas haruslah di hitung. Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis sebelah kanan dan bawah tidak boleh dihitung.
Perhitungan
Pengenceran yang dilakukan pada pipet adalah 20 kali. Jumlah semua sel yang dihitung dalam keempat bidang itu dibagi 4 menunjukkan jumlah leukosit dalam 0,1 ul. Kalikan angka tersebut dengan 10 (untuk tinggi) dan 20 (untuk pengenceran) untuk mendapatkan jumlah leukosit dalam 1 ul darah. Singkatnya : Jumlah sel yang terhitung dikali 50 = jumlah leukosit per ul darah.
Catatan : Pengenceran yang lazim digunakan untuk menghitung leukosit adalah 20 kali, tetapi menurut keadaan (leukositosis tinggi atau leukopenia) pengenceran dapat diubah sesuai keadaan tersebut, lebih tinggi pada leukositosis dan lebih rendah pada leukopenia. Sedian darah dengan oxalat yang tidak segera dipakai ada kemungkinan terjadi penggumpalan leukosit. Jika darah tepi banyak mengandung sel darah merah berinti maka sel tersebut akan diperhitungkan seperti leukosit, untuk koreksi dapat dilakukan pemeriksaan sedian hapus yang dipakai untuk hitung jenis leukosit, persentase sel darah merah berinti di catat. misalnya ; didapatkan 10.000 leukosit per ul darah dan dari hitung jenis didapatkan tiap 100 leukosit ada 25 sel darah merah berinti, maka jumlah leukosit yang sebenarnya adalah :
2. Menghitung Eritrosit
Darah diencerkan dalam pipet eritrosit, kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung. Jumlah eritrosit dihitung dalam volume tertentu ; dengan menggunakan faktor konversi, jumlah eritrosit per ul darah dapat diperhitungkan. larutan pengencer yang dipakai adalah larutan HAYEM, dengan komposisi : natrium sulfat (berair kristal) 5 g; natrium klorida 1 g; merkuri klorida 0,5 g, aquadest ad 200 ml. Juga boleh dipakai larutan GOWERS : natrium sulfat 12,5 g; asam asetat glasial 33,3 ml; aquadest ad 200 ml. Saringlah sebelum dipakai.
Mengisi pipet eritrosit
Tindakan-tindakan sama seperti mengisi pipet leukosit ; darah dihisap samapai tanda “0,5″ dan larutan pengencer samapa tanda “101″.
Mengisi kamar hitung
Sama dengan metoda yang digunakan untuk menghitung leukosit di atas
Menghitung jumlah sel
Turunkan lensa kondensor atau kecilkan diafragma. meja mikroskop harus dalam posisi rata air.
Atur fokus terlebih dahulu dengan memakai lensa objektif kecil (10 x), kemudian lensa tersebut diganti dengan lensa objektif besar (40x), sampai garis-garis bagi dalam bidang besar tengah jelas terlihat.
Hitung semua eritrosit yang terdapat dalam 5 bidang yang tersusun dari 16 bidang kecil (misalnya ; pada keempat sudut bidang besar di tambah dengan satu bidang di bagian tengah). Cara dan ketentuan menghitung sel sama dengan cara menghitung leukosit.
Perhitungan
Pengenceran dalam pipet eritrosit adalah 200 kali. Luas tiap bidang kecil 1/400 mm kuatdrat, tinggi kamar hitung 1/10 mm, sedangkan eritrosit yang dihitung dalam 5 x 16 bidang kamar kecil = 80 bidang kecil, yang jumlah luasnya 1/5 mm kuatdrat. Faktor untuk mendapatkan jumlah eritrosit dalam ul darah menjadi 5 x 10 x 200 = 10.000
Catatan : Pengenceran yang lazim dipakai untuk menghitung eritrosit adalah 200 x; tetapi menurut keadaan (eritrositosis atau anemia) dapat diubah sesuai dengan keadaan itu. untk mengecilkan kesalahan sekurang-kurangnya harus 400 eritrosit dihitung dalam kamar hitung. Menghitung eritrosit dengan kamar hitung lebih sukar dibanding dengan menghitung leukosit dan dibutuhkan ketelitian yang lebih.
3. Menghitung Trombosit
Trombosit sukar dihitung karena mudah sekali pecah dan sukar dibedakan dengan kotoran kecil. Dan ditambah dengan sifatnya yang cenderung melekat pada permukaan asing (bukan endotel utuh) dan menggumpal-gumpal.
Ada dua cara yang lazim di pakai, yaitu cara langsung dan cara tidak langsung. pada cara tidak langsung jumlah trombosit dibandingkan dengan jumlah eritrosit, sedangkan jumlah eritrosit itulah yang sebnarnya dihitung. untuk mencegah trombosit melekat pada permukaan asing, dianjurkan untuk menggunakan alat-alat gelas yang dilapisi silikon atau alat-alat plastik
Cara Langsung (Rees dan Ecker)
Darah diencerkan dengan larutan REES ECKER dan jumlah trombosit dihitung dalam kamar hitung. Larutan REES ECKER : natrium sitrat 3,8g; formaldehid 40% 2 ml; brillian cresylblue 30 mg; aquadest ad 100 ml. Harus disaring sebelum dipakai.
Isaplah larutan REES ECKER ke dalam pipet eritrosit samapi garis tanda “1″ dan buanglah lagi cairan itu.
Isaplah darah sampai garis tanda “0,5″ dan cairan REES ECKER sampai garis tanda “101″. Segeralah kocok selama 3 menit.
Teruskan tindakan seperti menghitung eritrosit dalam kamar hitung.
Biarkan kamar hitung yang telah terisi dalam sikap datar dalam cawan petri tertutup selama 10 menit agar trombosit mengendap
Hitunglah semua trombosit dalam seluruh bidang besar di tengah-tengah (1 mm kuadrat) memakai lensa objektif besar.
Jumlah itu dikalikan 2.000 menghasilkan jumlah trombosit per ul darah.
Cara tidak langsung (Fonio)
Bersihkan ujung jari dengan alkohol dan biarkan kering lagi.
Taruhlah di atas ujung jari tersebut setetes besar larutan magnesium sulfat 14%.
Tusuklah ujung jari dengan lanset melalui tetesan lar magnesium sulfat tersebut.
Setelah jumlah darah keluar kurang lebih 1/4 jumlah larutan magnesium sulfat, campurlah darah dengan magnesium sulfat tersebut.
Buatlah sedian hapus (dengan pewarnaan Wrigth atau Giemsa)
Hitung jumlah trombosit yang dilihat bersama dengan 1.000 eritrosit.
Lakukanlah tindakan menghitung jumlah eritrosit per ul darah.
Perhitungkanlah jumlah trombosit per ul darah berdasarkan kedua angka itu.
Catatan : Jumlah trombosit dalam keadaan normal sangat dipengaruhi oleh cara menghitungnya. sering dipastikan nilai normal adalah antara 200.000 dan 500.000 per ul darah. Karena sukar dihitung, pemeriksaan semikuantitatif tentang jumlah trombosit dalam sediaan apus darah sangat besar artinya sebagai pemeriksaan penyaring.
1. Menghitung Leukosit
Darah diencerkan dalam pipet leukosit, kemudian dimasukkan ke dalam kamar hitung. jumlah leukosit dihitung dengan volume tertentu ; dengan mengenakan faktor konversi jumlah leukosit per ul darah dapat diperhitungkan. larutan TURK digunakan sebagai larutan pengencer, dengan komposisi : larutan gentianviolet 1% dalam air 1 ml, asam asetat glasial 1 ml, aquadest ad 100 ml. saringlah sebelum dipakai.
Cara :
Mengisi pipet Leukosit
Isaplah darah kapiler (kapiler, EDTA, atau oxalat) sampai pada garis tanda “0,5″ tepat.
Hapus kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet
Masukkan ujung pipet kedalam larutan TURK sambil mempertahankan darah tetap pada garis tan tadi. pipet dipegang dengan sudut 45 derajat dan larutan TURK dihisap perlahan-lahan sampai garis tanda “11″ tepat. Hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara.
Angkatlah pipet dari cairan; tutup ujung pipet dengan ujung jari kemudian lepaskan karet penghisap.
Kocoklah pipet tadi selama 15-30 detik. jika tidak segera akan dihitung letakkan pipet dalam posisi horizontal.
Mengisi kamar hitung
Letakkan kamar hitung yang telah benar-benar bersih dengan kaca penutup yang terpasang mendatar di atas meja.
Kocoklah pipet yang berisi tadi selama 3 menit terus menerus (jangan samapai ada cairan yang terbuang dari pipet saat mengocok)
Buang semua cairan yang ada pada batang kapiler pipet (3 – 4 tetes) dan kemudian sentuhkan ujung pipet (sudut 30 derajat) dengan menyinggung pinggir kaca penutup pada kamar hitung. Biarkan kamar hitung tersebut terisi cairan perlahan-lahan dengan gaya kapilaritasnya sendiri.
Biarkan kamar hitung yang sudah terisi tersebut selama 2-3 menit agar leukkosit-leukosit mengendap. jika tidak akan dihitung segera, simpan kamar hitung tersebut dalam cawan peti tertutup yang berisi kapas basah.
Cara menghitung sel
Pakailah lensa objektif kecil (pembesaran 10x). turunkan lensa kondensor atau kecilkan diafragma mikroskop. meja mikroskop harus datar,
Kamar hitung dengan bidang bergaris diletakkan di bawah objektif dan fokus mikroskop diarahkan pada garis-garis bagi tersebut. Dengan sendirinya leukosit-leukosit akan jelas terlihat.
Hitunglah semua leukosit yang terdapat dalam keempat “bidang besar” pada sudut-sudut “seluruh permukaan yang dibagi”.
Mulailah menghitung dari sudut kiri atas, terus ke kanan, kemudian turun ke bawah dan dari kanan ke kiri dan seterusnya. Kadang ada sel yang menyinggung garis suatu bidang, sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah kiri atau garis atas haruslah di hitung. Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis sebelah kanan dan bawah tidak boleh dihitung.
Perhitungan
Pengenceran yang dilakukan pada pipet adalah 20 kali. Jumlah semua sel yang dihitung dalam keempat bidang itu dibagi 4 menunjukkan jumlah leukosit dalam 0,1 ul. Kalikan angka tersebut dengan 10 (untuk tinggi) dan 20 (untuk pengenceran) untuk mendapatkan jumlah leukosit dalam 1 ul darah. Singkatnya : Jumlah sel yang terhitung dikali 50 = jumlah leukosit per ul darah.
Catatan : Pengenceran yang lazim digunakan untuk menghitung leukosit adalah 20 kali, tetapi menurut keadaan (leukositosis tinggi atau leukopenia) pengenceran dapat diubah sesuai keadaan tersebut, lebih tinggi pada leukositosis dan lebih rendah pada leukopenia. Sedian darah dengan oxalat yang tidak segera dipakai ada kemungkinan terjadi penggumpalan leukosit. Jika darah tepi banyak mengandung sel darah merah berinti maka sel tersebut akan diperhitungkan seperti leukosit, untuk koreksi dapat dilakukan pemeriksaan sedian hapus yang dipakai untuk hitung jenis leukosit, persentase sel darah merah berinti di catat. misalnya ; didapatkan 10.000 leukosit per ul darah dan dari hitung jenis didapatkan tiap 100 leukosit ada 25 sel darah merah berinti, maka jumlah leukosit yang sebenarnya adalah :
2. Menghitung Eritrosit
Darah diencerkan dalam pipet eritrosit, kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung. Jumlah eritrosit dihitung dalam volume tertentu ; dengan menggunakan faktor konversi, jumlah eritrosit per ul darah dapat diperhitungkan. larutan pengencer yang dipakai adalah larutan HAYEM, dengan komposisi : natrium sulfat (berair kristal) 5 g; natrium klorida 1 g; merkuri klorida 0,5 g, aquadest ad 200 ml. Juga boleh dipakai larutan GOWERS : natrium sulfat 12,5 g; asam asetat glasial 33,3 ml; aquadest ad 200 ml. Saringlah sebelum dipakai.
Mengisi pipet eritrosit
Tindakan-tindakan sama seperti mengisi pipet leukosit ; darah dihisap samapai tanda “0,5″ dan larutan pengencer samapa tanda “101″.
Mengisi kamar hitung
Sama dengan metoda yang digunakan untuk menghitung leukosit di atas
Menghitung jumlah sel
Turunkan lensa kondensor atau kecilkan diafragma. meja mikroskop harus dalam posisi rata air.
Atur fokus terlebih dahulu dengan memakai lensa objektif kecil (10 x), kemudian lensa tersebut diganti dengan lensa objektif besar (40x), sampai garis-garis bagi dalam bidang besar tengah jelas terlihat.
Hitung semua eritrosit yang terdapat dalam 5 bidang yang tersusun dari 16 bidang kecil (misalnya ; pada keempat sudut bidang besar di tambah dengan satu bidang di bagian tengah). Cara dan ketentuan menghitung sel sama dengan cara menghitung leukosit.
Perhitungan
Pengenceran dalam pipet eritrosit adalah 200 kali. Luas tiap bidang kecil 1/400 mm kuatdrat, tinggi kamar hitung 1/10 mm, sedangkan eritrosit yang dihitung dalam 5 x 16 bidang kamar kecil = 80 bidang kecil, yang jumlah luasnya 1/5 mm kuatdrat. Faktor untuk mendapatkan jumlah eritrosit dalam ul darah menjadi 5 x 10 x 200 = 10.000
Catatan : Pengenceran yang lazim dipakai untuk menghitung eritrosit adalah 200 x; tetapi menurut keadaan (eritrositosis atau anemia) dapat diubah sesuai dengan keadaan itu. untk mengecilkan kesalahan sekurang-kurangnya harus 400 eritrosit dihitung dalam kamar hitung. Menghitung eritrosit dengan kamar hitung lebih sukar dibanding dengan menghitung leukosit dan dibutuhkan ketelitian yang lebih.
3. Menghitung Trombosit
Trombosit sukar dihitung karena mudah sekali pecah dan sukar dibedakan dengan kotoran kecil. Dan ditambah dengan sifatnya yang cenderung melekat pada permukaan asing (bukan endotel utuh) dan menggumpal-gumpal.
Ada dua cara yang lazim di pakai, yaitu cara langsung dan cara tidak langsung. pada cara tidak langsung jumlah trombosit dibandingkan dengan jumlah eritrosit, sedangkan jumlah eritrosit itulah yang sebnarnya dihitung. untuk mencegah trombosit melekat pada permukaan asing, dianjurkan untuk menggunakan alat-alat gelas yang dilapisi silikon atau alat-alat plastik
Cara Langsung (Rees dan Ecker)
Darah diencerkan dengan larutan REES ECKER dan jumlah trombosit dihitung dalam kamar hitung. Larutan REES ECKER : natrium sitrat 3,8g; formaldehid 40% 2 ml; brillian cresylblue 30 mg; aquadest ad 100 ml. Harus disaring sebelum dipakai.
Isaplah larutan REES ECKER ke dalam pipet eritrosit samapi garis tanda “1″ dan buanglah lagi cairan itu.
Isaplah darah sampai garis tanda “0,5″ dan cairan REES ECKER sampai garis tanda “101″. Segeralah kocok selama 3 menit.
Teruskan tindakan seperti menghitung eritrosit dalam kamar hitung.
Biarkan kamar hitung yang telah terisi dalam sikap datar dalam cawan petri tertutup selama 10 menit agar trombosit mengendap
Hitunglah semua trombosit dalam seluruh bidang besar di tengah-tengah (1 mm kuadrat) memakai lensa objektif besar.
Jumlah itu dikalikan 2.000 menghasilkan jumlah trombosit per ul darah.
Cara tidak langsung (Fonio)
Bersihkan ujung jari dengan alkohol dan biarkan kering lagi.
Taruhlah di atas ujung jari tersebut setetes besar larutan magnesium sulfat 14%.
Tusuklah ujung jari dengan lanset melalui tetesan lar magnesium sulfat tersebut.
Setelah jumlah darah keluar kurang lebih 1/4 jumlah larutan magnesium sulfat, campurlah darah dengan magnesium sulfat tersebut.
Buatlah sedian hapus (dengan pewarnaan Wrigth atau Giemsa)
Hitung jumlah trombosit yang dilihat bersama dengan 1.000 eritrosit.
Lakukanlah tindakan menghitung jumlah eritrosit per ul darah.
Perhitungkanlah jumlah trombosit per ul darah berdasarkan kedua angka itu.
Catatan : Jumlah trombosit dalam keadaan normal sangat dipengaruhi oleh cara menghitungnya. sering dipastikan nilai normal adalah antara 200.000 dan 500.000 per ul darah. Karena sukar dihitung, pemeriksaan semikuantitatif tentang jumlah trombosit dalam sediaan apus darah sangat besar artinya sebagai pemeriksaan penyaring.
Posted in: HEMATOLOGIJumat, 20 Mei 2011
FUNGSI DARAH
1. Transpor
- membawa zat makanan, gas, hormon, mineral
enzim, dan zat-zat lainnya ke seluruh tubuh.
- membawa zat-zat sisa menuju paru-paru, ginjal
atau kulit untuk dikeluarkan dari tubuh
2. Mempertahankan suhu tubuh
karena darah merupakan zat cair, maka cenderung
menyimpan suhu. Suhu yang relatif tinggi akan
dilepas ke lingkungan. Kapiler di permukaaan
tubuh akan berdilatasi (permukaannya melebar)
sehingga suhu mudah di lepas ke lingkungan.
Demikian jika suhu lingkungan lebih rendah, maka
tubuh akan mempertahankan suhu dengan cara
kapiler-kapiler darah dipermukaan berkontriksi
(mengkerut), sehingga suhu dapat dipertahankan.
3. Perlindungan
sistem darah dan sistem limfatik melindungi
dari serangan benda asing melalui sistem immun
dan cedera (melalui mekanisme pembekuan darah)
4. Penyangga (buffering).
protein darah memberikan sistem buffer asam-basa
untuk mempertahankan pH optimum darah.
B. KARAKTERISTIK DARAH
1. Merupakan jaringan ikat yang sel-selnya tertahan
dan dibawa dalam cairan (plasma)
2. memiliki pH 7,4, lebih berat dibanding air dan
lebih kental
3. warna bervariasi dari merah terang sampai merah
tua kebiruan bergantung pada kadar oksigen yang
dibawa sel darah merah
4. volume darah total sekitar 5 liter pada laki-laki
dewasa dan kurang sedikit pada perempuan
dewasa.
C. KOMPONEN DARAH
1. Plasma Darah
cairan bening kekuningan yang unsur pokoknya sama
dengan sitoplasma.
Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran
kompleks zat organik dan anorganik.
a. protein plasma
- mencakup 7% komponen plasma
- tidak dapat menembus membran kapiler
- terdapat 3 jenis protein plasma:
1. albumin
- mencakup 55% - 60% protein plasma
- berukuran paling kecil dibanding protein
plasma lainnya
- disintesis dalam hati
- mengatur tekanan osmotik koloid darah
koloid : zat yang berdiameter 1 nm -100nm
kristaloid : zat yang berdiameter kurang dari 1 nm
- tekanan osmotik koloid (tekanan onkotik)
ditentukan berdasarkan konsentrasi koloid
dalam larutan
2. Globulin
- mencakup 30% protein plasma
- terdiri dari :
(a) alfa globulin dan beta globulin
- disintesis di hati
- sebagai molekul pembawa lipid dan
hormon serta subtrat penting lainnya
(b) gamma globulin (immunoglobin)/antibodi
- diproduksi jaringan limfoid
- terdapat 5 jenis immunoglobin
- berfungsi dalam immunitas (kekebalan)
3. Fibrinogen
- mencakup 4% protein plasma
- disintesis di hati
- komponen penting pembekuan darah
b. Komponen Lain
1. Nutrien
mencakup asam amino, glukosa, lipid, yang
diabsorpsi dari saluran pencernaan
2. Gas darah
oksigen, karbondioksida dan nitrogen
3. Elektrolit plasma
ion natrium, kalium, magnesium, klorida,
kalsium, bikarbonat, fosfat dan ion fosfat
2. Elemen Pembentuk Darah
meliputi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih
(leukosit) dan keping darah (trombosit)
Posted in: HEMATOLOGITROMBOSIT
A. KARAKTER
1. struktur
- merupakan fragmen sel tanpa nukleus, yang
berasal dari megakariosit multinukleus dalam
sumsum tulang.
- berbentuk cakram tidak beraturan
- berukuran hampir setengah dari ukuran eritrosit
- mengandung berbagai jenis granula
2. masa hidup : 5 - 10 hari dari proses.
3. jumlah normal :
250 ribu - 450 ribu butir/mikroliter
3. fungsi
- hemostatis (penghentian pendarahan)
- perbaikan pembuluh yang robek
2. MEKANISME HOMEOSTATIS (pembekuan darah)
1. Vasokontriksi
- jika pembuluh terpotong trombosit pada sisi
yang rusak melepas serotonin dan tromboksan
A2 (prostaglandin)
- otot polos pada pembuluh darah berkontriksi
untuk mengurangi darah yang keluar/hilang.
2. plug trombosit
- trombosit membengkak dan menjadi lengket
dan menempel pada serabut kolagen dinding
pembuluh darah yang rusak membentuk plug
tombosit
- trombosit melepas ADP untuk mengaktivasi
trombosit lain sehingga membentuk agregasi
trombosit untuk memperkuat plug. Jika luka
yang terjadi hanya sedikit makan plug trom-
bosit dapat mengentikan pendarahan, jika
lukanya besar maka plug trombosit dapat
mengurangi perdarahan sampai proses pem-
bekuan terbentuk.
3. Pembentukan bekuan darah.
a. mekanisme intrinsik
pembekuan darah dimulai dari faktor
eksternal pembuluh darah itu sendiri
1. tromboplastin
dilepas dari sel-sel jaringan yang
rusak mengaktivasi dengan bantuan
protombin menjadi trombin dengan
bantuan ion kalsium
2. trombin mengubah fibrinogen yang
dapat larut menjadi jaring-jaring fibrin
yang memerangkap sel darah dan sel
yang lainnya serta menutup aliran darah
yang melalui pembuluh yang rusak
b. mekanisme intrinsik
melibatkan 13 faktor pembekuan darah yang
berlangsung dalam cara yang lebih sederhana.
jika salah satu faktor diaktifasi makan kompo-
nen yang lainnya akan teraktivasi sehingga ter
jadilah reaksi berangkai (cascade of rection)
![]() |
| trombosit |
![]() |
| AGGREGASI TROMBOSIT |
Posted in: HEMATOLOGIERITROSIT
1. Karakter
a. bentuk bulat bikonkaf dengan lekukan pada
bagian tengah (diameter 7,65 mikrometer),
tidak memiliki nukleus.
b. membran sel dengan permeabilitas tinggi,
elastis dan fleksibel sehingga dapat menembus
kapiler
c. setiap sel eritrosit mengandung 300 juta
molekul hemoglobin yang berfungsi ;
- mengikat oksigen membentuk oksihemoglobin
yang berwarna merah terang
- jika oksigen dilepas menjadi deoksihemoglobin
atau hemoglobin tereduksi yang berwarna
merah gelap atau merah kebiruan.
- hemoglobin berikatan dengan karbondioksida
membentuk karbominoglobin. Hemoglobin hanya
digunakan sekitar 20% untuk pengangkutan CO2,
80% lagi CO2, terlarut dalam plasma dalam
bentuk ion bikarbonat.
d. jumlah sel darah merah normal :
- laki-laki dewasa 4,2 - 5,5 juta sel/mm3
- perempuan dewasa 3,2 - 5,2 juta sel/mm3
- hematokrit : prosentase volume darah total
yang mengandung eritrosit. Ditentukan melalui
proses sentrifugasi
- laju endap/sedimentasi darah kecepatan
pengendapan darah tanpa melalui sentrifugasi.
e. bersirkulasi selama 120 hari- sel darah merah yang rusak difagosit oleh
makrofag dalam limfa, hati dan sumsum tulang
akan terurai menjadi :
- globin : bagian protein yang akan menjadi asam
amino dan akan diperbaharui dalam
proses sintesis seluler
- hem : bagian yang mengandung zat besi
diubah menjadi biliverdin (pigmen
hijau) kemudian menjadi bilirubin
pigmen kuning) yang dilepas ke dalam
plasma. bilirubin diserap oleh hati dan
disekresikan ke cairan empedu.
LEUKOSIT
1. Karakteristik
a. jumlah
- dalam keadaan normal 7.000 - 9.000/mm3
- dalam keadaan infeksi akan mengalami
peningkatan jumlah total
b. fungsi
- melindungi tubuh dari benda asing seperti
virus dan bakteri
- sebagian besar aktifitas leukosit berada di
jaringan tubuh bukan dalam aliran darah
c. kemampuan
- diapedesis
dapat menembus pori-pori kapiler masuk ke
jaringan
- gerak amuboid
dapat bergerak seperti gerak amuba, mampu
bergerak tiga kali lebih panjang dibanding
tubuhnya dalam satu menit
- kemotaksis
pelepasan zat kimia oleh jaringan yang rusak
menyebabkan leukosit bergerak mendekati
(kemotaksis positif) atau menjauhi (kemotaksis
negatif)
- fagosit
semua leukosit adalah fagositik, tapi kemampuan
ini lebih berkembang pada neutrofil dan monosit
d. rentang kehidupan
- setelah di produksi pada sumsum tulang leukosit
bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi
sebelum masuk ke jaringan.
- leukosit akan tetap berada di jaringan dengan
rentang yang berbeda-beda bergantung kepada
leukositnya
2. Klasifikasi Leukosit
Ada lima jenis leukosit dalam sirkulasi darah,
dibedakan berdasarkan ukuran betuk nukleus dan ada
atau tidaknya granula sitoplasma.
- Agranulosit : leukosit yang tidak memiliki granula
sitoplasma
- Granulosit : leukosit yang memiliki granula
sitoplasma
![]() |
| A. AGRANULOSIT B. GRANULOSIT |
a. Agranulosit
terdiri dari 2 jenis, yaitu monosit dan limfosit
1. monosit
- jumlah : 3%-8% dari jumlah total leukosit
- struktur : sel darah terbesar, nukleus berbentuk
seperti telur atau ginjal dikelilingi
sitoplasma berwarna kebiruan atau
abu-abu pucat.
- fungsi : sangat fagosit dan aktif, siap bermigrasi
ke jaringan. Jika telah meninggalkan
pembuluh darah maka sela akan
berubah menjadi histiosit jaringan atau
makrofag tetap
![]() |
| monosit |
| |
| struktur monosit dan perbandingannya dengan eritrosit |
- limfosit
- jumlah : 30% dari jumlah total leukosit dalam
darah sebagian ditemukan dalam
jaringan limfatik
- umur : mencapai beberapa tahun
- struktur : nukleus bulat berwarna biru gelap
- asal : sel-sel batang sumsum tulang merah
berdiferensiasi dan froliferasi dalam
organ lain
- fungsi : reaksi immunologis
![]() |
| limfosit |
b. Granulosit
terdiri dari 3 jenis yaitu, neutrofil, eosinofil
dan basofil dikelompokkan berdasarkan
warna granula sitoplasmanya saat dilakukan
oleh pewarna Wright
1. Neutrofil
- mencapai 60%-65% dari total leukosit
- memiliki granula kecil berwarna merah muda
- nukleus 3 - 4 lobus masing-masing lobus
dihubungkan oleh benang kromatin halus
- bersifat fagositik dan sangat aktif, hingga
dapat mencapai jaringan terinfeksi untung
menyerang virus dan bakteri
![]() |
| neutrofil |
![]() |
- jumlah : 1% - 3% dari jumlah total leukosit
- struktur : memiliki granula besar dan kasar
berwarna orange kemerahan, nukleus
berlobud dua
- fungsi : (i) fagositik lemah, jumlah meningkat
saat terjadi alergi atau infeksi oleh
parasit, berkurang saat stress ber-
kepanjangan.
(ii) detoksikasi histamin yang dihasilkan
sel mast dan jaringan yang luka
saat inflamasi berlangsung
(iii) mengandung peroksidase dan
fosfatase yaitu enzim yang me-
nguraikan protein. Enzim ini
mungkin terlibat dalam detok-
sifikasi bakteri.
![]() |
| struktur neutrofil |
2. Basofil
- jumlah : mencapai kurang dari 1% dari jumlah
total leukosit
- struktur : - bentuk granula besar dan tidak ber-
aturan dengan warna keunguan
sampai hitam.
- nukleus berbentu huruf S
- fungsi : - menghasilkan histamin untuk me-
micu aliran darah ke sekitar luka.
- menghasilkan heparin yaitu zat
antikoagulan untuk mencegah
gumpalan darah di pembuluh.
Posted in: HEMATOLOGIPopular Posts
-
PERUBAHAN ENDOKRIN Berikut adalah ringkasan perubahan homon plasenta dan maternal dalam kehamilan dan akibat yang ditimbulkannya . PROGEST...
-
Protein merupakan biopolymer polipeptida yang tersusun dari sejumlah asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida. Protein merupakan...
-
Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad re...
-
A. KARAKTER 1. struktur - merupakan fragmen sel tanpa nukleus, yang berasal dari megakariosit multinukleus dala...
-
STERILISASI Sterilisasi adalah proses (kimia atau fisik) yang dapat membunuh semua jenis mikroorganisme. Sterilisasi dilakukan dalam 4 tah...
-
Lemak makanan adalah kandungan lemak yang terdapat dalam semua bahan makanan dan minuman. Pada dasarnya, semua lemak itu baik karena lemak ...
-
D Ti Plasmid adalah vektor alamiah yang digunakan untuk mentransfer DNA ke dalam sel tanaman . Bakteri yang membawa plasmid Ti...
-
Minyak Goreng Menggoreng dengan menggunakan minyak goreng bekas sering kita lakukan. Dengan berbagai al...
-
Masa rekalsifikasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyusun fibrin dari plasma darah rendah trombosit dan tidak mengandung ion ca 2+...
-
Pada metode Luff Schoorl terdapat dua cara pengukuran yaitu : Penentuan Cu tereduksi dengan I2 Menggunakan prosedur ...



06.21
HANIMUHLIS S
















